HIPERTENSI

APA ITU HIPERTENSI

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah pada dinding pembuluh darah meningkat secara persisten di atas batas normal. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan angka ≥140/90 mmHg pada beberapa kali pemeriksaan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hipertensi sebagai “silent killer”, karena sering tidak menimbulkan gejala namun dapat menyebabkan kerusakan organ vital seperti jantung, otak, ginjal, dan mata.

Mengapa Hipertensi Berbahaya? Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

Stroke : Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan perdarahan atau penyumbatan.

Serangan Jantung : Jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Gagal Ginjal : Kerusakan pembuluh darah ginjal membuat organ ini tidak dapat menyaring limbah tubuh dengan optimal.

Gangguan Penglihatan : Tekanan darah tinggi dapat merusak retina dan menyebabkan penglihatan kabur hingga kebutaan.

Aneurisma : Pembuluh darah dapat melemah dan membengkak, berpotensi pecah dan membahayakan nyaw

PENYEBAB HIPERTENSI

Hipertensi dapat disebabkan oleh banyak faktor, baik yang dapat dikendalikan maupun tidak. Secara umum, hipertensi dibagi menjadi :

1. Hipertensi Primer (Esensial)

    Terjadi pada 90–95% kasus dan tidak memiliki penyebab tunggal yang pasti. Faktor risikonya meliputi:

    a. Keturunan

    b. Usia di atas 40 tahun

    c. Pola makan tinggi garam

    d. Obesitas

    e. Stress

    f. Kurang aktivitas fisik

      2. Hipertensi Sekunder

        Hipertensi yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti:

        a. Penyakit ginjal kronik

        b. Gangguan hormon (hipertiroid, hiperaldosteronisme)

        c. Obat-obatan tertentu seperti steroid atau kontrasepsi

        d. Penyempitan pembuluh darah ginjal

          FAKTOR RESIKO HIPERTENSI

          Beberapa faktor berikut meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hipertensi:

          a. Konsumsi garam berlebihan

          b. Kebiasaan merokok

          c. Alkohol berlebihan

          d. Konsumsi makanan tinggi lemak

          e. Kurang olahraga

          f. Obesitas

          g. Pola tidur buruk

          h. Riwayat keluarga hipertensi

            GEJALA HIPERTENSI

            Banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun. Namun, pada beberapa kondisi dapat muncul :

            a. Sakit kepala / pusing

            b. Rasa berat di tengkuk

            c. Jantung berdebar

            d. Mata berkunang-kunang

            e. Mudah Lelah

            f. Sesak napas

            g. Mimisan

              Jika gejala tersebut muncul secara berulang, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan tekanan darah.

              CARA MENDIAGNOSIS HIPERTENSI

              Diagnosis hipertensi dilakukan melalui :

              a. Pengukuran tekanan darah minimal dua kali dalam waktu yang berbeda.

              b. Pemeriksaan laboratorium untuk menilai fungsi ginjal, gula darah, dan kolesterol.

              c. Pemeriksaan EKG atau USG jika diperlukan untuk menilai fungsi jantung.

                Dokter juga dapat melakukan Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM), yaitu pemeriksaan tekanan darah selama 24 jam untuk hasil yang lebih akurat.

                PENATALAKSANAAN HIPETENSI

                Penanganan hipertensi bertujuan menurunkan tekanan darah hingga batas normal dan mencegah komplikasi.

                1. Non-Farmakologis / Perubahan Gaya Hidup

                  a) Mengurangi konsumsi garam (maksimal 1 sendok teh per hari)

                  b) Diet sehat seperti DASH diet (Dietary Approaches to Stop Hypertension)

                  c) Olahraga teratur minimal 30 menit per hari

                  d) Berhenti merokok

                  e) Membatasi kopi dan alcohol

                  f) Manajemen stress

                  g) Menjaga berat badan ideal

                  2. Farmakologis

                  Pemberian obat antihipertensi dari dokter

                    G. CARA MENCEGAH HIPRTENSI

                    Pencegahan dapat dilakukan dengan langkah sederhana berikut :

                    a. Konsumsi makanan sehat dan seimbang

                    b. Hindari makanan cepat saji atau tinggi natrium

                    c. Olahraga rutin

                    d. Istirahat cukup

                    e. Kelola stress

                    f. Cek tekanan darah secara berkala

                    g. Hindari kebiasaan merokok

                      Langkah-langkah tersebut efektif menurunkan risiko hipertensi bahkan hingga 50%.

                      H. KESIMPULAN

                      Hipertensi adalah penyakit kronis yang sangat umum, berbahaya, namun dapat dikendalikan dengan pemantauan rutin dan gaya hidup sehat. Deteksi dini sangat penting, karena hipertensi sering tidak bergejala. Dengan pengobatan yang tepat, pola hidup yang baik, dan dukungan keluarga, penderita hipertensi dapat hidup sehat dan produktif.

                      Berbagi
                      Scroll to Top